PSPUP, Sumbangsih Nyata Dharmais Menyemai SDM Yang Tangguh
  Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif merupakan usaha menyemai sumber daya manusia yang tangguh dan unggul dengan mengembangkan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan yang memadai. Sehingga para pesertanya dapat hidup mandiri dan menghadapi masa depan dengan penuh optimis dan rnemiliki daya saing.
Tak lekang kena panas, tak lapuk ena hujan. Begitulah eberadaan Yayasan Dharmais. Selama 31 tahun keberadaannya sejak didirikan oleh pak Harto 8 Agustus 1975, Dharmais tetap teguh dan tegar melaksanakan seluruh program sosialnya tanpa terputus.
Sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, kontribusi nyata Yayasan Dharmais tidak hanya dalam lingkup membantu panti dan di bidang kesehatan. Lebih dari itu Yayasan juga memberi sumbangsih yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda harapan bangsa menjadi pelaku ekonomi yang handal melalui program Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif (PSPUP). Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Dharmais sejak April tahun 2000. Dalam pelaksanaannya Yayasan Dharmais bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pondok Pesantren (Ponpes) di seluruh tanah air.

Menurut Sekretaris Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita, program ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah anak jalanan, remaja putus sekolah yang belum mempunyai pekerjaan. Untuk tahun 2006 ini, kata Indra, PSPUP dilaksanakan di enam daerah, yakni di Bogor (Jawa Barat), Kulon Progo, Magetan, Bondowoso (Jawa Timur), Balikpapan (Kaltim), dan DKI Jakarta. Untuk membiayai program ini dialokasikan dana sebesar Rp. 2.074.449.000.
"Dari kegiatan PSPUP ini diharapkan para peserta pelatihan memiliki ketrampilan yang dapat dijadikan bekal untuk hidup mandiri ditengah masyarakat dan berakhlak baik," kata Indra seusai mengikuti acara penutupan PSPUP Angkatan I Tahun 2006 dan pembukaan Angkatan ke-II di Ponpes Al-Islah Bondowoso, Jawa Timur, yang penutupannya dilakukan oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni, Rabu 26 Juli 2006.
Bersamaan dibukanya PSPUP Angkatan ke-II/2006, juga dilakukan operasi bibir sumbing dan langitan oleh Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI).
Sejak program PSPUP dilaksanakan, sampai tahun 2005, Yayasan Dharmais telah menyuntik bantuan sebesar Rp. 10.967.652.000. Dan tercatat ribuan alumninya yang berhasil dan hidup secara mandiri.
Ketika menutup kegiatan PSPUP Angkatan I Tahun 2006 dan pembukaan Angkatan ke-II di Ponpes Al-Islah Bondowoso, Jawa Timur, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, pemerintah sangat merespon langkah konkrit yang dilakukan Yayasan Dharmais dengan berbagai kegiatan sosialnya. Diantaranya adalah program PSPUP.
Program itu, kata Menteri Agama merupakan usaha menyemai sumber daya manusia yang tangguh dan unggul dengan mengembangkan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan yang memadai. Sehingga para pesertanya, termasuk para santri mampu menghadapi masa depan dengan penuh optimis dan memiliki daya saing.


Mengingat peranan Ponpes yang demikian besar sebagai mediator sosialisasi program pembangunan pada masyarakat dan pengembangan wawasan kebangsaan, Menag mengajak para pimpinan Ponpes untuk untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pada santri maupun masyarakat lingkungannya, agar mereka dapat hidup bersama dan berdampingan dengan berbagai kelompok masyarakat Indonesia yang multikultural, serta mampu menebarkan rahmat bagi lingkungan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, Ponpes sangat potensial untuk mediasi dan kampanye pembangunan, karena memiliki nilai keunggulan yang jarang dimiliki lembaga lain."Nilai itu masih tetap relevan dengan kondisi kebangsaan saat ini. Salah satu nilai yang dimiliki Ponpes adalah kemandirian," ujarnya. Berkat kemandirian itu, jumlah pesantren mengalami peningkatan secara signifikan sejak tiga dasawarsa terakhir. Saat ini terdapat sekitar 13 ribu Ponpes yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
la mengatakan, selain menunjukkan tingkat keragaman pandangan pimpinan Ponpes dan independensi kyai, jumlah itu memperkuat argumen bahwa Ponpes merupakan lembaga pendidikan swasta yang sangat mandiri, dan merupakan praktek pendidikan berbasis masyarakat. "Cukup banyaknya Ponpes dengan beragam corak itu, juga penting dalam rangka realisasi gerakan pendidikan untuk semua, akselerasi wajib belajar pendidikan dasar, dan meningkatkan indeks pembangunan manusia yang dituntut dalam kesepakatan berbagai negara tentang Millenium Development Goal (MDG)," katanya. Oleh karena itu, keberadaan Ponpes sebagai salah satu pilar bangsa, perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan. Dalam konteks pembangunan saat ini Ponpes perlu memiliki visi pembangunan yang jelas.
la mengemukakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan Ponpes, di antaranya sebagai agen dakwah.
Dakwah merupakan misi suci yang udah melekat dengan dunia Ponpes, tetapi perkembangan dakwah saat ini perlu direspons secara kreatif oleh pimpinan Ponpes, sehingga sasaran dakwah bisa menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan tepat sasaran.

Sementara itu Pimpinan Ponpes dan Panti Asuhan Al-Islah, KH. M. Vla'shum mengatakan, hingga saat ini yayasan yang bergerak di bidang osial dengan bantuan yang mencakup seluruh daerah di ndonesia, seperti Yayasan Dharmais masih sangat langka. Menurut tokoh agama Jawa Timur ini, Yayasan Dharmais adalah satu-satunya Yayasan yang tetap eksis dan secara terkesinambungan membantu nasyarakat dengan berbagai kegiatan bakti sosialnya. Malahan, program bantuannya ditambah. Misalnya, pemberian bantuan dana secara langsung kepada 1.550 panti asuhan di seluruh nusantara. Bantuan tersebut sangat besar artinya bagi panti-panti untuk menambah biaya makan dan peningkatan gizi anak-anak panti.

Sumbangsih nyata lain yang diberikan Yayasan Dharmais adalah
membantu pembiayaan operasi penderita katarak bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Kemudian membiayai ribuan orang penderita bibir sumbing dan langitan yang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI).
Sumbangsih nyata lainnya yang dilakukan Yayasan Dharmais adalah membiayai program pendidikan dan latihan terhadap anak-anak jalanan, remaja putus sekolah yang belum mempunyai pekerjaan, dan para santri. Lewat program pesantren kilat usaha ekonomi produktif, anak putus sekolah dan pengangguran dididik dan dilatih secara optimal. Kondisi ini jelas sangat memberdayakan mereka yang sekarang jumlahnya masih sangat besar. Oleh karena itu, bagaimana nasib mereka jika suatu saat bantuan Yayasan Dharmais dihentikan.
Ma'shum mendukung langkah-langkah konkrit yang dilakukan Yayasan Dharmais dengan berbagai program sosialnya. Ke depan ia berharap agar program-program Dharmais lebih dipertajam, sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat secara luas.
 
  Berita Sebelumnya  
  :: BANTUAN SOSIAL YANG SUDAH DAN AKAN DISALURKAN YAYASAN DHARMAIS KEPADA MASYARAKAT YANG KURANG MAMPU TAHUN 2006  
  :: 31 Tahun Yayasan Dharmais Konsisten Melaksanakan Program Sosial  
  :: Yayasan Dharmais 31 Tahun Mengabdi Tanpa Putus  
  :: KH. M. Ma’shum  
  :: Dr. Seto Mulyadi, Psi,Msi. (Kak Seto)  
  :: Dr. Nafsiah Mboi SpA, MPH  
  :: Sri Edi Swasono, Ph.D  
  :: Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono  
  :: Dr. H. Arif Rachman, M.Pd  
  :: Dr. H. Ruslan Abdulgani  
 
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi DHARMAIS : redaksi@dharmais.or.id
Copyright © 2004 dharmais.or.id
design by
Visionnet