Aktivitas/Sumbangsih

  1. BIDANG SOSIAL
    • Sumbangsih bagi Panti-Panti Sosial
      Yayasan Dharmais selalu memberikan bantuan secara rutin kepada panti-panti sosial (panti asuhan, panti werdha dan panti sosial lainnya) di seluruh Indonesia sejak awal kegiatannya di tahun 1975. Bantuan yang diberikan berupa tambahan biaya makan atau perbaikan gizi, perawatan kesehatan dan paket pakaian yang disumbangkan satu tahun sekali menjelang hari raya keagamaan, misalnya Idul Fitri dan Natal. Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 40.000/orang/bulan ditambah Rp. 5.000/orang/bulan untuk perawatan kesehatan dan Rp. 50.000 per orang untuk bantuan paket pakaian menjelang hari raya.

      Bagi panti-panti yang administrasinya tertib diberikan pula bantuan untuk usaha ekonomi produktif, bantuan peralatan, dan perbaikan panti yang bersifat mendesak dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 2.000.000/panti. Jumlah panti yang dibantu dalam tahun 2003 sebanyak 1.402 panti, dengan total penghuni panti 57.959 orang, dan jumlah dana yang disumbangkan sebesar Rp. 30.002.356.500.

      Sampai saat ini, pemberian bantuan kepada panti-panti sosial masih terus berlanjut sesuai dengan sumber dana yang ada. Jumlah dana yang telah disumbangkan Yayasan Dharmais kepada panti-panti sosial sejak tahun 1976 sampai dengan Desember 2003 sebesar Rp. 364.735.896.911 dan untuk sumbangan pakaian hari raya sebesar Rp. 32.293.649.410 (1980-2003). Selain itu, Yayasan Dharmais juga memberikan bantuan berlangganan dua jenis surat kabar dan tiga jenis majalah. Dana yang dikeluarkan untuk pengadaan mass media ini sebesar Rp. 1.801.985.900

    • Sumbangsih bagi Penderita Cacat
      Sumbangan yayasan Dharmais kepada penderita cacat perseorangan dimaksudkan agar mereka dapat hidup mandiri dan mengembangkan usahanya. Bantuan ini berupa sumbangan modal usaha (sebagian besar panti pijat) perorangan di luar panti yang telah mempunyai ijazah ketrampilan dan mendapat rekomendasi kantor Dinas Sosial. Dana yang sudah disumbangkan Yayasan Dharmais sebesar Rp. 2.479.092.000

  2. BIDANG KESEHATAN
    • Sumbangsih bagi Penderita Katarak dan Bibir Sumbing
      Operasi mata katarak dan bibir sumbing gratis bagi masyarakat yang kurang mampu merupakan dua program kesehatan yang diselenggarakan Yayasan Dharmais dalam rangka membantu pemerintah mengatasi masalah kesehatan. Penyelenggaraan kedua program ini bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) yang memberikan pelayanan operasi mata katarak dan Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) yang memberikan pelayanan operasi bibir sumbing dan langitan.

      Sejak tahun 1987 sampai Desember 2003, kerja sama tersebut telah berhasil mengoperasi 110.341 penderita katarak dengan dana sebesar Rp. 28.301.808.540 sedangkan untuk operasi sumbing bibir dan langitan telah dilakukan kepada 4.664 penderita dan dana yang disumbangkan sebesar Rp. 4.057.976.168. Sampai saat ini, kedua program ini masih terus diselenggarakan di seluruh pelosok Nusantara

    • Sumbangsih bagi Penderita Cacat Mata
      Sejak tahun 2002, Yayasan Dharmais mengadakan kerja sama dengan Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI/bank mata Indonesia cabang utama) DKI Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu para penderita yang berkekurangan melakukan operasi pencangkokan mata (operasi keratoplastik) dari donor kornea agar mereka dapat melihat kembali.

      Sampai tahun 2003, kerja sama ini telah mengoperasi mata 24 penderita. Dana yang disumbangkan Yayasan Dharmais untuk penyelenggaraan operasi tersebut sebesar Rp. 210.030.000.

    • Sumbangsih bagi Penderita Kanker
      Dalam rangka membantu penanggulangan penyakit kanker, Yayasan Dharmais membangun Rumah Sakit Kanker "Dharmais" yang dilengkapi dengan peralatan yang serba mutakhir untuk membantu penderita kanker agar tidak perlu berobat ke luar negeri. Sealin itu, rumah sakit ini juga digunakan oleh kalangan kedokteran untuk memperdalam ilmu. Dana yang disumbangkan Yayasan Dharmais untuk membangun rumah sakit kanker tersebut sebesar Rp. 112.496.642.143,21. Sejak bulan November 1994, Rumah Sakit Kanker "Dharmais" diserahkan kepada Pemerintah RI (Departemen Kesehatan).

    • Sumbangsih bagi Penderita Osteoporosis
      Pada bulan Oktober 2002, Yayasan Dharmais bersama-sama Yayasan Supersemar, Yayasan Dakab, dan Yayasan Damandiri memberikan bantuan kepada PEROSI (Perhimpunan Osteoporosis Indonesia) untuk pembelian alat diagnosis osteoporosis (kerapuhan tulang). Alat ini ditempatkan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di samping digunakan untuk memberikan pelayanan kepada penderita osteoporosis, alat ini juga digunakan untuk pendidikan para dokter seluruh Indonesia yang akan memperdalam keahlian di bidang osteoporosis (keropos tulang).

      Dana yang disumbangkan oleh Yayasan Dharmais untuk pembelian mesin diagnosis osteoporosis ini sebesar Rp. 375.000.000.

    • Sumbangsih bagi Penderita Thalasemia
      Sejak bulan April 2002, Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Yayasan Thalasemia Indonesia membantu penyelenggaraan operasi limpa, pengadaan obat desferal, serta transfusion set bagi penderita thalasemia yang tidak mampu. Dengan upaya ini , diharapkan kualitas hidup penderita menjadi lebih baik.

      Dalam tahun 2003, telah dioperasi limpa sebanyak tiga orang dengan biaya Rp. 110.000.000 sehingga sampai tahun 2003, kerja sama ini telah mengoperasi limpa delapan orang penderita. Selain itu, yayasan juga menyumbangkan obat desferal sebanyak 741 vial dan menyelenggarakan transfusion set sebanyak 13.890 buah untuk 985 penderita. Besarnya dana yang telah disumbangkan Yayasan Dharmais sebesar Rp. 218.443.400.

    • Sumbangsih bagi Penderita Glukoma
      Dharmais memberikan bantuan alat Haag Streit (Switzerland) Original Slit Lamp model BM 900 V, Haag Streit (Switzerland) Applatiation Tonometer AT 900 CM, dan Optional Accessories for Type BM 900 V untuk pemeriksaan glukoma. Alat ini disumbangkan ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, bagian mata. Dana yang dikeluarkan untuk pembelian alat ini Rp. 137.731.000.

    • Sumbangsih bagi Penderita Kelainan Kulit
      Untuk penderita kelainan kulit, Dharmais menyumbangkan alat-alat Laser Candela ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, bagian kulit. Dana yang dikeluarkan untuk pembelian alat ini Rp. 987.584.850.

    • Sumbangsih bagi Ibu Hamil
      Dharmais memfasilitasi masyarakat, terutama ibu hamil dengan membantu pembangunan Rumah Bersalin Parsudi Rahayu Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah. Dana yang dikeluarkan untuk bantuan pembangunan rumah sakit tersebut Rp.50.000.000

  3. BIDANG TENAGA KERJA
    • Sumbangsih bagi Pelatihan Calon Transmigrasi
      Pada tahun 1976, Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Departemen Transmigrasi dan Pembinaan Perambah Hutan membantu kegiatan pelatihan ketrampilan bagi calon transmigran dan keluarganya, dan diselenggarakan di Kabupaten Bogor, untuk pertama kalinya. Pelatihan yang diberikan adalah ketrampilan di bidang pertanian untuk tunawisma dan tunakarya. Setelah dilatih dan dididik lalu baru dikirim ke lokasi transmigrasi berdasarkan rekomendasi dari Departemen Transmigrasi.

      Sejak tahun 1976-1999, peserta yang dididik sebanyak 26.573 kepala keluarga atau 97.769 jiwa calon transmigran. Dana yang telah disumbangkan Yayasan Dharmais untuk biaya pelatihan sebesar Rp. 30.669.813.720. Kerja sama ini berakhir pada Bulan Maret 2002.

    • Sumbangsih bagi Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif
      Pada bulan April 2000, Yayasan Dharmais membuka pesantren singkat pelatihan usaha ekonomi produktif dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk menanggulangi dan mengatasi masalah anak jalanan, remaja putus sekolah, dan belum mempunyai pekerjaan. Pelatihan ini dibuka di tiga tempat, yaitu fi Bogor, Kulomprogo, dan Takeran. Para peserta yang mengikuti pelatihan ini mengikuti pendidikan agama Islam dan pelatihan ketrampilan selama 60 hari. Jumlah peserta sejak bulan April 200 sampai dengan Bulan Desember 2003 berjumlah 1.710 santri dan santriwati. Besarnya dana yang disumbangkan Yayasan Dharmais untuk kegiatan ini sebesar Rp. 6.431.612.500.

      Kerja sama ini tidak hanya dilakukan dengan Pemda, kegiatan ini juga diselenggarakan di beberapa pesantren di Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

      1. Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Yayasan pondok Pesantren Al Kamal, Kebun Jeruk, Jakarta, mengadakan pesantren singkat pelatihan usaha ekonomi produktif untuk anak-anak putus sekolah di DKI Jakarta dan sekitarnya sejak bulan Juni 2002. Sampai akhir tahun 2003, telah mendidik 322 santri dan santriwati dengan dana yang disumbangkan sebesar Rp. 1.276.385.000
      2. Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso menyelenggarakan pelatihan usaha ekonomi produktif sejak bulan Juli 2002. Sampai akhir tahun 2003, telah berhasil dididik 161 santri dengan dana sebesar Rp. 400.000.000
      3. Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Pondok Pesantren Hidayatullah, Sangata Kutai, Kalimantan Timur mengadakan pelatihan usaha ekonomi produktif sejak bulan Juni 2002. Sampai akhir tahun 2003, telah berhasil dididik 150 santri dengan dana Rp. 400.000.000

      Peserta yang telah lulus mengikuti kegiatan ini mampu mandiri dengan membentuk kelompok usaha sendiri dengan dukungan pemerintah daerah.

  4. BIDANG PENDIDIKAN
    • Sumbangsih untuk Anak Asuh
      Yayasan Dharmais memberikan bantuan secara tetap bagi anak tingkat Sd dan SLTP. Program ini dimulai sejak tahun 1985. Sampai tahun 1995, bantuan untuk anak asuh disalurkan melalui gubernur. Namun, mulai tahun 1996 bantuan disalurkan Lembaga GN-OTA. Sebanyak 50.000 siswa tingkat SD diberikan bantuan sebesar Rp. 60.000/tahun dan 10.000 anak tingkat SLTP diberikan bantuan sebesar Rp. 90.000/tahun. Jumlah dana yang telah disumbangkan untuk anak asuh sejak tahun 1985 sampai tahun ajaran 2001/2002 sebesar Rp. 23.340.000.000

    • Sumbangsih dengan Perpustakaan Keliling
      Sejak bulan Agustus 2002, Yayasan Dharmais menyelenggarakan kegiatan mobil unit perpustakaan keliling yang secara rutin mengunjungi sekolah-sekolah, daerah perkumahan kumuh, pondok pesantren, dan gelanggang remaja di wilayah DKI Jakarta. Perpustakaan keliling Yayasan Dharmais berisi koleksi-koleksi buku fiksi (cerita yang bersifat hiburan) dan nonfiksi (pengetahuan ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, teknologi, kesenian, kesusatraan, dan sejarah). Sampai saat ini, ada tiga unit mobil yang beroperasi setiap hari kerja.

  5. BIDANG KESEJAHTERAAN
    Sumbangsih bagi Program Pembangunan Perumahan Sederhana untuk Korps Cacat Veteran. Untuk menghargai jasa para pahlawan, Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) dan Pemerintah Daerah membangun perumahan sederhana (tipe 45, tipe 36 dan tipe 21) yang tersebar di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Yayasan Dharmais menyediakan dana pembangunannya, sementara Pemerintah Daerah mengupayakan lahan pertapakannya.

    Sejak tahun 1984-1998, telah dibangun dan diserahkan sebanyak 2.810 unit rumah. Dana yang telah disumbangkan untuk pembangunan ini sebesar Rp. 16.121.511.750.

    Sebagai yayasan sosial, Yayasan Dharmais terbuka menerima permohonan bantuan yang diajukan masyarakat. Dalam permohonan bantuan tersebut ada beberapa cara yang harus diperhatikan, sebagai berikut:

    • Panti-panti sosial yang memerlukan bantuan harus sudah berbadan hukum, telah melakukan usaha-usaha sosial sekurang-kurangnya 1 tahun dan mendapatkan rekomendasi dari Bupati/Walikota KDH Tingkat II, Kantor Dinas Sosial, dan KKS setempat
    • Bantuan anak asuh disalurkan melalui lembaga GN-OTA
    • Bagi penderita katarak, bibir sumbing, penderita tuna netra, dan thalasemia yang menginginkan pengobatan dan operasi, mengajukan permohonan yang dilengkapi dengan KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu dari pejabat setempat yang ditujukan kepada Sekretariat Perdami, Perapi, Bank Mata dan Yayasan Thalasemia Indonesia
    • Bagi pemuda putus sekolah yang akan mengikuti pesantren singkat pelatihan usaha ekonomi produktif harus memenuhi kriteria usia antara 15 tahun sampai dengan 25 tahun, sehat rohani dan jasmani, belum menikah, berkelakuan baik, siap untuk mandiri, dan siap mengikuti pendidikan di asrama selama dua bulan
    • Bagi sekolah-sekolah, perumahan-perumahan, pondok pesantren, dan lembaga-lembaga sosial lainnya yang menginginkan kunjungan perpustakaan keliling dapat menghubungi perpustakaan umum kantor walikota di lima wilayah DKI Jakarta atau langsung ke Kantor Yayasan Dharmais
 
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi DHARMAIS : redaksi@dharmais.or.id
Copyright © 2004 dharmais.or.id
design by
Visionnet